Blog

Basic Training HMI; Upaya Pembinaan Mahasiswa Yang Beriman, Berilmu, Beramal

Sudah tidak menjadi hal yang asing lagi bahwa banyak dari para sarjana (lulusan S1) banyak yang mengalami pengangguran. Ini merupakan sebuah kontradiksi dan bertentangan dengan kehendak serta esensi dari adanya Perguruan Tinggi, yaitu membentuk manusia yang berpendidikan tinggi serta sebagai pemecah masalah sosial dan kebangsaan. Hal ini juga disebutkan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu: Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Maka seharusnya, mahasiswa tak bisa terlepas dari kegiatan dan selalu berorientasi kepada pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Namun kenyataannya bahwa kehidupan mahasiswa saat ini justru lekat dan akrab dengan nongkrong ngalor-ngidul hingga larut malam bagi laki-laki dan shopping dan mendekam di kos sambil nonton film korea bagi perempuan. Porsi untuk fokus dalam kebutuhan perkuliahan lebih sedikit bahkan sangat sedikit dibanding dengan kegiatan-kegiatan non-produktif tersebut. Namun tak sedikit pula mahasiswa yang sering berdiam diri di rumah tanpa banyak melakukan aktivitas. Maka sebetulnya, permasalahan dari kedua fenomena di atas adalah un-productive. Segala kegiatan yang dilakukan mahasiswa, tidak memiliki nilai produktivitas. Lebih jauhnya, tidak ada sama sekali nilai progresifitas. Sehingga tak heran jika mahasiswa tak mempunyai pengalaman dan pandangan ke depan yang dibutuhkan jika telah lulus nanti.

 

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berupaya untuk menjembati dan memfasilitasi mahasiswa agar berjalan seperti yang seharusnya, yaitu mengamalkan tri dharma perguruan tinggi. HMI berusaha untuk membentuk sebuah ‘Muslim Intellegencia’, yaitu sebuah kelompok yang selalu berdasar pada nilai-nilai intelektual. Dengan tradisi membaca, menulis dan diskusi di HMI, pembangunan suasana intelektual akan semakin terdorong. Untuk itu, dalam Basic Training HMI inilah tahap awal bagi pembangunan suasana tersebut. Teman-teman mahasiswa didorong untuk kritis dalam forum serta membiasakan diri berbicara dengan menggunakan referensi. Selain itu pula, Basic Training HMI berusaha untuk membangun suasana mahasiswa yang sadar akan pentingnya berorganisasi serta berposisikan diri sebagai kader umat dan kader bangsa yang sesuai dan sejalan dengan nilai-nilai keislaman. So, kami tunggu keikutsertaan kalian dalam Basic Training HMI. Kenalilah HMI, maka kau akan mengenal akan makna sarat iman-ilmu-amal sebagai kader umat.  Yakin Usaha Sampai.!

 

Follow us:

Fanspage Facebook: HMI Adab SA

IG: hmiadabsa

WordPress: hmiadabsa.wordpress.com

e-Mail: hmiadabsa47@gmail.com

CP: +62 857-8482-7330 (Zahro)

Ber-HMI; Akademis, Pencipta Pengabdi

Himpunan Mahasiswa Islam, sebagai organisasi mahaiswa terbesar dan tertua di Indonesia merupakan sebuah organisasi mahasiswa yang menjadi trendsetter bagi organisasi mahasiswa lainnya. Di umurnya yang sampai 70 tahun, dengan menelurkan berbagai tokoh nasional seperti Jusuf Kalla, Mahfud MD, Yusril Ihza Mahendra, Nurcholis Madjid, dan masih banyak lagi. Ada dua tujuan HMI didirikan pada tanggal 5 Pebruari 1947, yaitu: 1) Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia; 2) Menegakkan dan Mengembangkan ajaran Islam. HMI didirikan sebagai respon atas kondisi bangsa Indonesia yang (padahal) sudah merdeka, namun masih berada pada bayang-bayang kolonialis Belanda. Selain itu juga sebagai upaya dalam memberantas kejumudan umat Islam pada saat itu dimana taqlid masih merebak, Takhayul, Bid’ah dan Khurafat masih menjamur, serta kurang terakomodasinya mahasiswa-mahasiswa Muslim sebagai penganut agama Islam. Organisasi mahasiswa besar pada saat itu di Yogyakarta adalah Persatuan Mahasiswa Yogyakarta (PMY) yang akan budaya komunis. Atas dasar itu, Lafran Pane, mahasiswa STI Yogyakarta (sekarang UII) memprakarsai berdirinya HMI sebagai wadah pengembangan dan perjuangan umat Islam dalam menggaungkan nafas keislaman.

HMI berupaya untuk membebaskan manusia dari segala ketundukkan selain ketundukkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, memanusiakan manusia sebagai insan yang haus akan ilmu pengetahuan serta berpikir akademis solutif, dan juga mampu mendorong manusia untuk selau mengamalkan apa yang dimilikinya (aplikatif). Dengan konsep iman, ilmu, amalnya, HMI bertujuan untuk membina pribadi yang akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Alla subhanahu wa ta’ala. Iman akan membawa kepada pribadi yang lurus sesuai dengan ketentuan-ketentuan-Nya; Ilmu akan membawa kepada pribadi yang selalu dalam wilayah teoritis, rasional, akademis, dan sistematis; serta amal akan membawa kepada pribadi yang solutif-aplikatif yang berdampak pada kemajuan sosial masyarakat dalam bingkai keindonesiaan dan keummatan. Maka dengan ber-HMI secara nyata, akan terbentuklah mahasiswa yang selalu berada pada garis keimanan, keilmuan serta dengan tindak lanjut pengamalan. Karena inti dari ber-HMI adalah proses, maka Selamat Berproses.!