Ber-HMI; Akademis, Pencipta Pengabdi

Himpunan Mahasiswa Islam, sebagai organisasi mahaiswa terbesar dan tertua di Indonesia merupakan sebuah organisasi mahasiswa yang menjadi trendsetter bagi organisasi mahasiswa lainnya. Di umurnya yang sampai 70 tahun, dengan menelurkan berbagai tokoh nasional seperti Jusuf Kalla, Mahfud MD, Yusril Ihza Mahendra, Nurcholis Madjid, dan masih banyak lagi. Ada dua tujuan HMI didirikan pada tanggal 5 Pebruari 1947, yaitu: 1) Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia; 2) Menegakkan dan Mengembangkan ajaran Islam. HMI didirikan sebagai respon atas kondisi bangsa Indonesia yang (padahal) sudah merdeka, namun masih berada pada bayang-bayang kolonialis Belanda. Selain itu juga sebagai upaya dalam memberantas kejumudan umat Islam pada saat itu dimana taqlid masih merebak, Takhayul, Bid’ah dan Khurafat masih menjamur, serta kurang terakomodasinya mahasiswa-mahasiswa Muslim sebagai penganut agama Islam. Organisasi mahasiswa besar pada saat itu di Yogyakarta adalah Persatuan Mahasiswa Yogyakarta (PMY) yang akan budaya komunis. Atas dasar itu, Lafran Pane, mahasiswa STI Yogyakarta (sekarang UII) memprakarsai berdirinya HMI sebagai wadah pengembangan dan perjuangan umat Islam dalam menggaungkan nafas keislaman.

HMI berupaya untuk membebaskan manusia dari segala ketundukkan selain ketundukkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, memanusiakan manusia sebagai insan yang haus akan ilmu pengetahuan serta berpikir akademis solutif, dan juga mampu mendorong manusia untuk selau mengamalkan apa yang dimilikinya (aplikatif). Dengan konsep iman, ilmu, amalnya, HMI bertujuan untuk membina pribadi yang akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Alla subhanahu wa ta’ala. Iman akan membawa kepada pribadi yang lurus sesuai dengan ketentuan-ketentuan-Nya; Ilmu akan membawa kepada pribadi yang selalu dalam wilayah teoritis, rasional, akademis, dan sistematis; serta amal akan membawa kepada pribadi yang solutif-aplikatif yang berdampak pada kemajuan sosial masyarakat dalam bingkai keindonesiaan dan keummatan. Maka dengan ber-HMI secara nyata, akan terbentuklah mahasiswa yang selalu berada pada garis keimanan, keilmuan serta dengan tindak lanjut pengamalan. Karena inti dari ber-HMI adalah proses, maka Selamat Berproses.!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s